Sejarah Masjid Qiblatain

0 Comments

Ketahui sejarah Masjid Qiblatin yang dikenal sebagai masjid dua kiblat yang terkenal di Madinah dengan beberapa keistimewaan yang dimilikinya bagi umat Islam

Dikenal dengan sebutan masjid dua kiblat, sejarah Masjid Qiblatain cukup terkenal di Madinah. Awal mulanya nama masjidnya yaitu Bani Salamah karena dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. Lokasinya berada di jalan menju kampus Universitas Madinah di dekat Istana Raja ke jurusan Wadi Aqiq di atas sebuah bukit kecil di utara Harrah Wabrah.

Sejarah Masjid Qiblatain di Madinah

Saat permulaan Islam, orang melakukan solat dengan kiblat menghadap ke Baitul Maqdis sebagai salah satu nama lain masjidil Aqsha yang ada di Palestina/Yerusalem. Nah, kemudian turunlah wahyu kepada Nabi Muhammad SAW untuk memindahkan kiblat ke arah Masjidil Haram di Mekkah.

Peristiwa tersebut terjadi di tahun ke dua Hijriah di hari Senin, bulan Rajab saat waktu dzuhur di Masjid Bani Salamah. Saat Rasulullah SAW tengah mengadap ke arah Masjidil Aqsha tiba-tiba turunlah wahyu surat Al Baqarah yaitu ayat 144 ke 1 yang maknanya yaitu:

“Sesungguhnya, Kami sering melihat mukamu menengadah ke langit, maka kami akan memalingkan kamu ke kiblat. Palingkan mukamu ke arah Masjidil Haram, dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nasrani diberi Alkitab Taurat dan Injil yang  berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan”

Setelah turunnya ayat tersebut, Bani Salamah mengetakan “Ketahuilah, sesungguhnya kiblat telah diganti”. Mereka pun berpaling sebagaimana mereka menghadap kiblat lalu meneruskannya dengan memindahkan arah kiblat ke Masjidil Haram.

Dari peristiwa tersebut, Masjid ini berubah nama menjadi nama Masjid Qiblatain yang memiliki arti masjid berkiblat dua.

Keistimewaan Masjid Qiblatain

Ketahui keistimewaan yang dimiliki oleh Masjid Qiblatain bagi umat islam karena dari segi bangunannya juga memiliki beberapa makna penting, Yuk ketahui penjelasan lebih detailnya di bawah ini.

  • Memiliki Dua Arah Mihrab

Ketahuilah bahwa Masjid Qiblatain memiliki beberapa kali renovasi atau pemugaraan, di tahun 1987 Pemerintahan Kerajaan Arab Saudi yang bernama Raja Fahd melakukan renovasi dan perluasan bangunan dengan kontraksibaru yang tidak menghilangkan ciri khas dari masjid tersebut.

Saat itu Masjid Qiblatin memiliki dua mihrab yang menghadap ke menonjol ke arah Mekah dan Palestina yang digunakan oleh Imam saat solat. Tetapi, kini Masjid Qiblatin sudah mengalami renovasi yang hanya memfokuskan satu mihrab yang menghadap ke Ka’bah Mekkah dengan meminimalasir mihrab yang menghadap ke Yerusalem, Palestina.

  • Terdapat Kubah Kembar

Salah satu daya tarik dari kemegahan Masjid Qiblatin yaitu memiliki bentuk mihrab geometri ortogonal yang kaku dan simetri yang ditekankan dengan menggunakan menara dan kubah kembar.

Tentunya, tidak ada masjid yang memiliki kubah kembar selain harga kubah masjid kembar memerlukan budget lebih besar tentunya model kubah tersebut memang harus dibuat berdasarkan fungsinya.

Kubah utama yang menunjukan arah kiblat yang benar, sedangkan kubah yang kedua merupakan kubah dengan arah palsu sehingga dijadikan sebagai pengingat sejarah saja. Nah, di sekitarnya terdapat garis silang kecil yang dijadikan sebagai transisi perpindahan arah.

  • Replika Mihrab

Selanjutnya, terdapat replika mihrab tua yang menyerupai ruang bawah kubah batu di Yerusalem sehingga memberikan nuansa agak tradisionalnya. Sebelumnya, Sultan Sulaiman telah memugarnya di tahun 1543.

Sekarang ini masjid Qiblatin dijadikan sebagai tempat ziarah yang bisa dikunjungi oleh jamaah haji dan umrah untuk seluruh jamaah dari semua negara.

  • Terletak di Quba

Ketahuilah keistimewaan yang dimiliki oeh Masjid Qiblatin yaitu lokasinya yang terletak di Quba tepatnya berada di atas sebuah bukit kecil yang ada di sebelah utara Harrah Wabrah, Madinah. Nah, sejarah masjid dua kiblat ini diawali dengan kedatangan Nabi Muhammad SAW dengan sahabatnya ke Salamah untuk menenangkan Ummu Bishr binti al-Bara yang ditinggal mati keluarganya.

  • Masjid Berbentuk Persegi

Ketahuilah masjid Qiblatin ini berbeda dengan bentuk masjid yang ada di Makkah dan Madinnah yang bentuknya persegi sehingga terlihat lebih megah. Nah,selain bentuknya yang kotak ternyata masjid ini juga memiliki lengkungan-lengkungan setengah lingkaran di beberapa sudut masjid yangmemberikan keunikan tersendiri sebagai tempat ibadah.

  • Terdapat Tiang yang Mengapit Sisi Kiri dan Kanan

Di lihat dari bagian interior Masjid Qiblatain memang sangat menawan dengan dua tiang yang mengapit bagian sisi kiri dan kanannya yang dihiasi dengan ukuran timbul motif bunga yang dipadukan dengan bentuk akar.

Selain tiang di bagian mihrab, tidak hanya memiliki keindahan selain tiang yang diberi ukuran kaligrafi dengan cat warna kuning emas. Meskipun, warnanya agak kontras tetapi warnanya tetap terlihat selaras sehingga melengkapi keindahan di bagian dalam masjid yang cukup luas untuk menampung 2000 jamaah secara bersamaan ini.

  • Tiang Lingkaran yang Berlubang

Bagian dalam masjid Qiblatin memiliki ruangan utama masjid ini dipenuhi dengan tiang-tiang setengah lingkaran yang saling berkaitan. Untuk menambahkan fungsi dengan tiang setengah lingkaran yang berlubang dengan ukuran satu sikut orang dewasa.

Adanya lubang dengan bentuk vertikal difungsikan sesuai arsitekturnya sebagai penyimpanan Al Quran yang setengah tiang lingkarannya di sisinya tidak lancip, tetapi berbentuk oval untuk mengikuti bentuk tiang pada mihrab.

Itulah penjelasan mengenai sejarah masjid Qiblatain dengan keistimewaan desain bangunan yang memberikan desain mewah.