Mengenal Lebih Jauh Campak Pada Anak

0 Comments

Campak adalah kondisi dimana tubuh memunculkan ruam berwarna kemerahan akibat adanya virus. Campak tergolong sebagai salah satu penyakit yang menular, khususnya pada anak-anak. Virus penyebab campak dapat menular atau menyebar ke orang lain akibat percikan air liur yang dikeluarkan oleh penderita campak, baik itu saat batuk, berbicara ataupun memegang barang-barang yang sebelumnya telah terkena air liur tersebut. Pada anak-anak campak dinilai lebih rentan menular, terlebih mereka yang belum pernah mendapatkan imunisasi khusus campak atau kekurangan vitamin A. Bahkan, konon katanya seseorang pasti akan mengalami campak walaupun itu hanya sekali semasa hidupnya sehingga tidak menutup kemungkinan campak juga menular pada orang dewasa, terlebih jika memang sedang terjadi wabah campak di daerah yang ditempati.

Penderita campak sebelumnya akan merasakan beberapa gejala seperti demam, batuk dan pilek. Munculnya bercak putih-putih di mulut disusul dengan adanya ruam di salah satu bagian tubuh yang nantinya akan menyebar ke seluruh tubuh. Gejala ini akan hilang atau mereda dengan sendirinya tanpa adanya pengobatan atau penanganan khusus, kurang lebih sekitar 10 hari setelah terinveksi virus. Meski terbilang dapat sembuh dengan sendirinya, namun tetap diperlukan usaha pengobatan untuk membantu meredakan gejala tersebut. Adapun pengobatan yang bisa dikakukan secara mandiri yakni banyak minum air putih atau jika diperlukan cairan isotonik seperti air kelapa agar tubuh tidak banyak kekurangan cairan. Disamping itu, konsumsi obat pereda nyeri atau vitamin A juga bisa membantu mengurangi gejala penyakit campak.

Campak pada anak bisa dicegah Dengan cara memberikan imunisasi atau pemberian vaksin campak dilanjutkan dengan beberapa vaksin lainnya seperti vaksin gondok dan rubella (MMR). Pemberian vaksin atau imunisasi ini biasanya telah terjadwal secara resmi oleh dokter atau pihak yang berwenang sehingga Anda tinggal menunggu giliran atau melakukan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Meski telah dilakukan pencegahan, campak pada umumnya akan tetap menular jika melakukan komunikasi atau interaksi secara langsung dengan penderita. Oleh sebab itu, sangat disarankan penderita campak agar tetap di rumah dan tidak banyak melakukan kegiatan di luar luar agar virusnya tidak menular ke banyak orang.