Mengenal Lebih Dalam Mengenai Apa Itu BPJS Ketenagakerjaan

0 Comments

Jika Anda bekerja sebagai karyawan di suatu perusahaan di Indonesia, tentunya Anda akan bergelut dengan nama BPJS Ketenagakerjaan. Mungkin, Anda yang baru masuk kerja pertama kali dan diminta ikut program ini sedikit bingung. Akan timbul pertanyaan-pertanyaan di kepala Anda, misalnya apa itu BPJS Ketenagakerjaan, apa saja manfaatnya, hingga bagaimana cara daftarrnya. Yuk, langsung saja kita simak ulasannya di artikel ini.

Apa Itu BPJS Ketenagakerjaan

Pixabay.com

Jika Anda menjadi seorang karyawan di suatu perusahaan di Indonesia, Anda pasti akan diminta untuk mengikuti suatu program jaminan kesehatan sosial khusus para pekerja. Jaminan kesehatan sosial inilah yang dinamakan dengan apa itu BPJS Ketenagakerjaan. Jadi, kartu gratis berobat ini hampir dimiliki oleh semua pekerja di tanah air dan bisa juga dilakukan cara cek saldo BPJS untuk nantinya dicairkan atau dinonaktifkan.

Sederhananya, BPJS Ketenagakerjaan merupakan sebuah program yang dibuat oleh pemerintah dengan fokus utamanya dalam melayani jaminan sosial dan proteksi para pekerja di Indonesia hingga nanti mereka masuk dalam masa pensiun. Dulunya, program ini dinamakan Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan oleh UU No 24 Tahun 2011 diubah bentuk dan namanya menjadi BPJS Ketenagakerjaan.

Program ini baru mulai aktif dicanangkan sejak 1 Januari 2014 dan aktif beroperasi di tanggal 1 Juli 2015. Sebagai program wajib dari pemerintah, maka para karyawan / pekerja wajib untuk mengikuti program ini. Hal yang sama juga berlaku untuk para perusahaan yang memiliki tenaga kerja dimana mereka wajib mendaftarkan para karyawannya dalam perlindungan kesehatan dan sosial satu ini.

Adapun jenis-jenis keanggotaan dari BPJS Ketenagakerjaan ini juga dibagi-bagi lagi dalam beberapa jenis, antara lain :

Penerima Upah (PU)

Pertama, jenis keanggotaan dari BPJS Ketenagakerjaan yang bisa diikuti oleh Anda adalah Penerima Upah (PU). Jenis keanggotaan ini syaratnya adalah Anda merupakan seorang penerima gaji, imbalan, atau upah yang diberikan oleh pemberi kerja.

Bukan Penerima Upah (BPU)

Kedua, Pertama, jenis keanggotaan dari BPJS Ketenagakerjaan yang bisa diikuti oleh Anda adalah Bukan Penerima Upah (BPU). Jenis keanggotaan ini syaratnya adalah Anda merupakan seorang pemilik usaha atau suatu kegiatan ekonomi secara mandiri. Anda juga selalu menerima penghasilan dari usaha / kegiatan yang Anda lakukan tersebut. Beberapa contoh profesi yang masuk dalam BPU adalah ojol, artis, dokter, hingga pengacara.

Jasa Konstruksi (JAKON)

Ketiga, jenis keanggotaan dari BPJS Ketenagakerjaan yang bisa diikuti oleh Anda adalah golongan Jasa Kontruksi (JAKON). Jenis keanggotaan ini diperuntukkan bagi Anda yang bekerja di bidang pelayanan konstruksi, misalnya konsultan perencanaan, pengawas konstruksi, hingga pelaksana konstruksi.

Pekerja Migran Indonesia (PMI)

Terakhir, jenis keanggotaan dari BPJS Ketenagakerjaan yang bisa diikuti oleh Anda adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI). Jenis keanggotaan ini berlaku untuk Anda yang berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) dan tengah bekerja mengadu nasib di negeri orang. Jadi, siapapun WNI yang bekerja dan menerima imbalan / upah di luar negeri bisa mengikuti program jaminan kesehatan satu ini.

Untuk mendaftar, caranya sangat mudah. Anda hanya perlu mengisi formulir pendaftaran yang sudah disediakan oleh perusahaan jika Anda seorang karyawan atau mengisi formulir di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat dari domisili Anda jika Anda adalah seorang bukan karyawan namun mendapat penghasilan. Bagaimana? Anda sudah paham mana jenis keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan yang bisa Anda ikuti?

Manfaat Ikut BPJS Ketenagakerjaan

Pixabay.com

Ada banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan ketika Anda mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan. Adapun beberapa manfaatnya antara lain :

Jaminan Kecelakaan Kerja

Manfaat pertama yang bisa Anda dapatkan dari mengikuti BPJS Ketenagakerjaan adalah mendapat jaminan kecelakaan kerja. Di dalam berkarya, tentunya Anda bisa mendapat resiko terjadi kecelakaan kerja dimana resiko paling fatal adalah cacat seumur hidup. Dengan ikut BPJS Ketenagakerjaan, maka Anda bisa dijamin biaya pengobatannya jika terjadi resiko ini.

Jaminan Hari Tua dan Pensiun

Manfaat kedua yang bisa Anda dapatkan dari mengikuti BPJS Ketenagakerjaan adalah mendapat jaminan hari tua dan pensiun. Ketika nanti sudah waktunya Anda berhenti bekerja, maka Anda bisa memiliki tabungan yang mana bisa Anda cairkan. Tabungan ini bisa Anda gunakan untuk keperluan menyongsong hari tua Anda. Nah, ada cara mudah untuk mengecek saldo BPJS Anda, yakni bisa melalui web dan aplikasi.

Jaminan Kematian

Manfaat terakhir yang bisa Anda dapatkan dari mengikuti BPJS Ketenagakerjaan adalah mendapat jaminan kematian. Tentunya, semua manusia dan makhluk yang bernyawa pasti akan mati sesuai waktu mereka masing-masing. Nah, untuk mempersiapkan kemungkinan terburuk bagi keluarga Anda yang ditinggalkan, apalagi jika masih ada anak sekolah, maka saldo bisa Anda jadikan jaminan kematian.

Demikian ulasan mengenai apa itu BPJS Ketenagakerjaan, apa saja manfaatnya, hingga bagaimana cara daftarnya. Entah Anda sekarang ini jadi karyawan di suatu perusahaan atau profesional yang mendapat penghasilan rutin per bulan, tidak ada salahnya mengikuti BPJS Ketenagakerjaan. Pasalnya seperti yang sudah dibahas, ada banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan dari program jaminan kesehatan ini. Semoga ulasannya bermanfaat untuk Anda.