Kenali Ciri – Ciri Kejang Demam Pada Anak

0 Comments

Seorang anak yang mengalami kejang disertai dengan demam sering dihubungkan dengan tanda – tanda epilepsi. Kejang demam pada anak ini bisa termasuk ringan dan bisa juga termasuk berat. Ketika seorang anak mengalami kejang demam ini pastinya orang tua akan merasa panik. Segera berikan tindakan yang tepat ketika sang anak mengalami kejang demam. Ada beberapa tanda yang bisa digunakan untuk mengenali kejang demam pada anak.

Seorang anak yang mengalami kejang demam biasanya akan kehilangan kesadaran dan juga mengeluarkan keringat yang berlebihan. Bagian tangan dan kaki akan mengalami kejang – kejang. Demam yang dialami anak biasanya bisa mencapai 38 derajat celcius. Kejang demam biasanya juga disertasi dengan keluarnya busa dari dalam mulut dan bahkan muntah. Ketika anak mengalami kejang demam maka bisa memperhatikan bagian matanya. Biasaya bagian mata anak akan terbalik ketika kejang. Saat kejang demam mulai mereda biasanya anak akan menunjukan seperti mengantuk dan bahkan tertidur. Itulah beberapa tanda seorang anak mengalami kejang demam.

Tanda – tanda di atas harus diperhatikan agar anak bisa mendapatkan penanganan dengan tepat. Kejang demam bisa dibedakan menjadi sederhana atau berat. Kejang demam yang sederhana ini adalah kejang yang terjadi hanya selama kurang lebih 15 menit. Kejang bagian tubuh juga tidak akan terulang selama 24 jam. Sedangkan untuk kejang demam berat atau kompleks adalah kejang yang terjadi lebih dari 15 menit. Bagian tubuh yang kejang juga bisa terjadi kembali dalam 24 jam. Itulah cara membedakan apakah kejang demam yang dialami anak merupakan sederhana atau berat.

Kejang demam sendiri belum diketahui penyebabnya. Namun seorang anak yang mengalami kejang demam ini diakibatkan karena demam yang terlalu tinggi. Adanya infeksi virus baik virus flu, virus telinga, maupun virus lainnya. Ada banyak penyebab yang memungkinkan seorang anak mengalami kejang. Bagaimana cara mengatasi anak yang kejang demam? Jangan panik. Berikan obat penurun panas ketika anak mengalami demam tinggi untuk menghindari adanya kejadian kejang demam.