Sudah Tahu Apa Itu Arsitektur Vernakular? Yuk Cek Disini

0 Comments

Hingga kini, sudah banyak berbagai jenis arsitektur atau desain bangunan yang digunakan di dunia, termasuk adanya desain bangunan venakular. Pernahkah Anda mendengar istilah tentang arsitektur vernakular? Banyak yang menyebutkan jika gaya arsitektur satu ini sama dengan gaya arsitektur tradisional. Jika belum pernah mendengar istilah arsitektur tersebut, mungkin bisa menyimak informasi seputar desain bangunan vernakular dalam ulasan ini.

Apa Itu Arsitektur Bangunan Vernakular?

Arsitektur bangunan vernakular merupakan gaya arsitektur yang dirancang berdasarkan kebutuhan lokal, adanya bahan bangunan, serta mencerminkan tradisi lokal. Teori arsitektur satu ini mempelajari struktur yang dibuat oleh masyarakat lokal tanpa adanya intervensi dari arsitek profesional. Akan tetapi, sejak akhir abad ke 19 sudah banyak arsitek profesional yang membuat karya dalam gaya arsitektur satu ini.

Untuk istilah vernakuler berasal dari kata vernaculus dari bahasa Latin, yang memiliki arti “domestik, pribumi, asli”. Selain itu juga diambil dari kata “verna” yang memiliki arti “budak pribumi” atau budak rumah-lahir”. Sedangkan dalam linguistik, vernakular mengacu pada penggunaan bahasa tertentu pada suatu tempat, waktu, atau kelompok.

Kemudian dalam arsitektur, vernakular mengacu pada salah satu jenis arsitektur yang asli pada waktu atau tempat tertentu bisa juga dikatakan tidak diimpor atau disalin dari tempat lain. Perlu diketahui bahwa arsitektur vernakular merupakan jenis arsitektur yang sering sekali digunakan untuk bangunan tempat tinggal, seperti rumah rumah di pedesaan yang tidak menggunakan jasa arsitek profesional.

Arsitektur bangunan dengan gaya vernakular memiliki konsep yang sangat komprehensif dan terbuka. Sehingga gaya arsitektur satu ini bisa digunakan untuk merepresentasikan arsitektur primitif atau asli, arsitektur leluhur atau tradisional, arsitektur adat, arsitektur etnis, arsitektur informal, arsitektur pedesaan, atau juga arsitektur tanpa arsitek. Namun arsitektur satu ini tidak dapat disamakan dengan arsitektur tradisional meskipun keduanya memiliki hubungan.

Teori yang membahas tentang arsitektur bangunan dengan konsep vernakular sudah ada sejak tahun 1800-an, yang mengartikan bahwa konsep arsitektur satu ini bukanlah konsep baru. Kemudian ide mengenai membangun rumah dengan gaya vernakular telah muncul di Inggris sejak tahun 1660-an, sedangkan istilah arsitektur gaya vernakular secara eksplisit sudah digunakan sejak tahun 1818.

Hingga kemudian para arsitek profesional mulai tertarik dengan menggunakan istilah vernakular dalam arsitektur di awal abad ke 20. Seperti pada tahun 1964, dalam sebuah pameran foto mengenai arsitektur bangunan vernakular bernama Architecture Without Architects yang digelar di New York Museum of Modern Art (MOMA) oleh Bernard Rudofsky, menjadi momen paling bersejarah dari masuknya arsitektur vernakular ke dalam high architecture.

Meskipun bangunan vernakuler didesain oleh arsitektur profesional, namun bangunan tersebut dianggap tidak termasuk dalam konsep vernakular. Hal ini dikarenakan Frank Llyod Wright menggambarkan gaya vernakular sebagai “bangunan masyarakat yang muncul untuk menaggapi kebutuhan yang ada, sesuai dengan lingkungan, dan dibangun oleh orang orang yang mengetahui secara gamblang kebutuhan yang diinginkan.”

Pengaruh Pada Bangunan Dengan Konsep Vernakular

Banyak faktor yang menciptakan gaya bangunan vernakular. Salah satu pengaruh besar pada arsitektur satu ini adalah iklim dari daerah tempat bangunan tersebut dibuat. Umumnya bangunan di iklim dingin akan lebih tertutup dengan jendela yang berukuran kecil atau sama sekali tidak ada, sedangkan yang berada di iklim hangat akan cenderung dibangun dengan material yang ringan dan ukuran ventilasi yang besar.

Gaya bangunan vernakular juga dipengaruhi oleh adanya tingkat curah hujan di wilayah tersebut. contohnya seperti rumah panggung yang dibangun di daerah yang sering terkena banjir. Pengaruh iklim, juga membuat rumah dengan arsitektur vernakular memiliki struktur yang sangat kompleks. Contohnya seperti bangunan penduduk di Timur Tengah.

Di wilayah Timur Tengah, pasti akan sering ditemukan rumah yang memiliki halaman pada bagian tengahnya terdapat air mancur atau kolam untuk mendinginkan udara. Dimana arsitektur tersebut tidak didesain khusus oleh seseorang atau arsitek profesional, tetapi lahir akibat dari trial dan error yang telah dialami oleh berbagai generasi jauh sebelum adanya teori yang dapat menjelaskan bagaimana cara membuat bangunan.

Tidak hanya iklim, cara hidup dari pengguna rumah serta bagaimana cara menggunakan bangunan juga menjadi pengaruh yang cukup besar dalam bentuk bangunan vernakular. Umumnya banyaknya jumlah anggota keluarga, bagaimana keluarga tersebut membagi ruangan untuk setiap anggota keluarga, bagaimana cara berinteraksi, dan pertimbangan kebudayaan lainnya juga akan memengaruhi tata letak dan ukuran tempat tinggal.

Umumnya setiap kebudayaan memiliki karakteristik tersendiri pada bangunan rumahnya, seperti pemberian sekat. Dimana pemisah tersebut mengatur interaksi sosial dan juga privasi dari tiap anggota keluarga. Kebudayaan setempat juga memengaruhi pada tampilan bangunan dengan konsep vernakular. Pasalnya penghuni atau masyarakat setempat biasanya akan menghiasi bangunan sesuai dengan adat dan kepercayaan lokal.

Bahan konstruksi dan suasana lingkungan setempat juga memberikan aspek tersendiri dalam arsitektur vernakular. Seperti di daerah dengan banyak pohon, biasanya akan menggunakan kayu sebagai bahan utama bangunan, sementara di daerah yang tidak memiliki kayu umumnya akan menggunakan lumpur atau batu sebagai material utama bangunan. Dengan begitu, perlu diingat bahwa arsitektur satu ini sangat ramah lingkungan.

Ciri Ciri Bangunan Dengan Gaya Vernakular

Seperti yang diketahui bahwa bangunan dengan konsep vernakular digambarkan sebagai arsitektur yang berlandaskan pada kebutuhan lokal, ditentukan oleh adanya bahan bahan khusus asli daerah, dan juga mencerminkan tradisi dan praktik dari budaya setempat. Akan tetapi saat ini, bangunan dengan konsep vernakular telah banyak diteliti oleh para arsitek dan industri bangunan sebagai upaya untuk lebih sadar terhadap energi dengan desain dan konstruksi kontemporer.

Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa ciri ciri dari arsitektur vernakular terdiri dari lokal dan kontekstual, menggunakan material yang tersedia di lokasi, menggunakan tukang lokal untuk mendapatkan hasil yang optimal, program untuk ruang menyesuaikan dengan kondisi lokasi, serta bentuk jadi atau keluaran tetap mencerminkan kebudayaan setempat.

Demikian lah penjelasan mengenai arsitektur bangunan dengan konsep vernakular. Dimana gaya arsitektur satu ini bisa ditemukan juga di wilayah Indonesia, contohnya seperti rumah Minang di Padang. Arsitektur ini juga mengalami perkembangan yang disebut dengan arsitektur neo vernakular. Penasaran dengan informasi lainnya tentang arsitektur rumah dan bangunan? Silahkan kunjungi dekadeko.com.