Apa Itu Portofolio Saham? Dan Cara Membangun Portofolio Saham

0 Comments

Sebelum kita mengenal lebih mendalam lagi mengenai portofolio saham, kami akan menjelaskan terlebih dahulu pengertian dari portofolio saham.

Portofolio Saham Adalah

Portofolio yaitu sekumpulan aset maupun hasil karya yang merupakan dokumentasi dari perkembangan karya itu sendiri.

Akan tetapi pengertian portofolio dalam keuangan adalah sekumpulan aset finansial, diantaranya seperti saham, obligasi, reksadana , komoditas dan lain-lain.

Untuk pengertian dari portofolio saham memang ada beberapa definisi. Untuk yang pertama dilansir dari Public.com yang mengartikan bahwa portofolio saham yaitu kumpulam saham yang kamu investasikan untuk mendapatkan keuntungan.

Dengan melakukan penyusunan portofolio yang beragam dari berbagai sektor maka maka bisa menjadi investor yang lebih tangguh lagi.

Lalu pengertian portofolio saham menurut Grow.in yaitu sekumpulan aset keuangan serta alat investasi yang dimiliki oleh individu, lembaga keuangan maupun perusahaan investasi.

Dengan berbagai pengertian diatas, bisa disimpulkan bahwa portofolio saham adalah sekumpulan aset yang dibeli, harapannya bisa memberikan banyak keuntungan yang dimiliki investor.

Melalui portofolio saham ini juga bisa menunjukan profil risiko dari setiap investor, apakah resikonya tinggi ataupun rendah bisa dilihat hanya dengan dari portofolio saja.

Untuk portofolio ini juga bisa dipisahkan ke dalam keperluan investasi lainnya misalnya untuk investasi jangka panjang maupun jangka pendek. Tentunya ini juga tergantung dari profil investornya.

Tipe-Tipe Portofolio Saham

Adapun untuk tipe portofolio saham yang dipakai oleh para investor saham memang sangat berharga. Dibawah ini kami berikan portofolio yang akan mencerminkan strategi atau skema investasi yang berbeda yang juga disusun dengan kebutuhan yang berbeda oleh setiap investor menurut situs lingkar berita.

  1. Portofolio Hybrid
  2. Investasi Portofolio
  3. Portofolio agresif dan berfokus pada ekuitas (Growth Portfolio)
  4. Portofolio Defensif dan Berfokus pada Ekuitas
  5. Income Portfolio
  6. Value Portofolio

Cara Membangun Portofolio

1. Tentukan tujuan investasi

Untuk membangun portofolio saham langkah pertama yang bisa kamu lakukan yaitu dengan menentukan tujuan investasi. Jadi sebelum kamu memutuskan untuk berinteraksi sebaiknya kamu juga harus memahami terlebih dahulu alasan mengapa kamu melakukan investasi.

Tentukan investasimu apakah untuk jangka panjang atau pendek ? Apakah tujuan investasi untuk dana pensiun, membeli rumah maupun ada tujuan lainnya?

Dengan menentukan tujuan investasi ini tentunya menjadi dasar dalam setiap kegiatan investasi yang akan kamu lakukan.

2. Kenali profil risiko

Jika kamu sudah menentukan tujuan investasi maka kamu juga harus mengenali terlebih dahulu profil risiko sendiri. Untuk profil risiko investor ini ada tiga macam yaitu konservatif, moderat serta agresif.

Untuk profil risiko diatas menunjukkan risikonya dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi.

Saat kamu sudah mengenali profil risiko sendiri maka kamu juga sudah bisa menentukan tipe portofolio yang akan kamu miliki.

3. Diversifikasi portofolio

Dalam membangun portofolio saham, hal penting lainnya yaitu diversifikasi portofolio. Mungkin kamu juga sudah pernah mendengar “Don’t put your eggs in one basket”.

Jadi pepatah diatas kurang lebih menyarankan agar investor tak meletakkan semua investasinya hanya dalam satu instrumen saham. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko yang terburuk dari perusahaan tersebut.

Disebutkan dalam buku The Warren Buffett Portfolio yang merupakan karya dari Robert G. Hagstrom menyarankan bahwa investor mempunyai 5-10 saham yang ada di dalam portofolionya.

Jadi pada intinya portofolio saham itu merupakan kumpulan saham dari seorang investor. Melakukan penyusunan portofolio juga penting sekali agar kamu bisa melihat return atau imbal hasil yang akan didapatkan.