Apa Itu Budaya Organisasi?

0 Comments

Budaya Organisasi merupakan suatu karakteristik yang terdapat dlam sebuah organisasi yang juga menjadi pedoman organisasi tersebut. Budaya organisasi juga menjadi suatu pembeda antara suatu organisasi dengan organisasi yang lainnya. Budaya organisasi bisa juga disebut sebagai norma perilaku serta nilai-nilai yang dipahami dan diterima oleh seluruh anggota organisasi. Iya pada umumnya semua organisasi memiliki budaya yang berbeda-beda misalnya organisasi siswa, organisasi mahasiswa, organisasi pemerintahan, hingga organisasi perusahaan seperti konveksi baju juga berbeda-beda.

Fungsi Budaya Organisasi

Dalam suatu budaya organisasi, leader atau pimpinan memiliki peran penting dalam pembentukan budaya kerja pada organisasi tersebut. Secara umum fungsi budaya organisasi terbag ke dalam beberapa hal yang diantaranya sebagai berikut:

  • Untuk menambahkan rasa kepemilikan serta menaikkan loyalitas karyawan dalam suatu perusahaan.
  • Sebagai alat untuk mengorganisasikan anggota.
  • Memperkuat nilai-nilai organisasi.
  • Sebagai mekaisme guna mengontrol perilaku di dalam lingkungan kerja.
  • Memberikan dorongan kepada semua struktur untuk meningkatkan kinerja baik itu untuk jangka pendak hingga jangka panjang.
  • Sebagai penentu arah yaitu terkait mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh.

Tipe Budaya Organisasi

Dalam hal ini, budaya organisasi memiliki dua tipe, yang pertama yaitu open and participative culture. Budaya organisasi tipe ini ditandai dengan pencapaian tujuan output yang tinggu serta adanya dukungan rasa percaya pada bawahan, adanya komunikasi yang terbuka, kepemimpinan yang supportif dan memiliki perhatian penuh, dapat menyelesaikan masalah secara tim, memiliki otonomi pekerja, dan adanya pertukaran informasi.

Tipe budaya organisasi yang kedua yaitu closed and autocratic culture. Tipe ini ditandai dengan adanya pencapaian tujuan output yang tinggi. Namun pencapaian tersebut bisa dikatakan adalah pencapaian yang dipaksakan organisasi dengan pemimpin yang bersifat otokrasi dan kuat.

Karakter Budaya Organisasi

Selain memiliki dua tipe tersebut, budaya organisasi juga memiliki beberapa karakteristik yang diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Inovation and risk taking. Inovasi dan pengambilan resiko merupakan sebuah tindakan melakukan inovasi dan berani mengambil resiko dalam proses inovasi tersebut.
  • Attention to detail atau perhatian lebih hal-hal detail. Yaitu organisasi mengharapkan para pekerja untuk bekerja secara detail, analisis, dan tepat sasaran.
  • Outcome orientation atau orientasi pada manfaat. Yaitu manajemen yang berorientasi atau fokus pada hasil atau manfaat. Karakteristik ini tidak hanya pada proses untuk mendapatkan hasil tersebut.
  • People orientation atau orientasi pada orang. Yaitu manajemen sangat memperhatikan pengaruh serta manfaat dari suatu yang dihasilkan kepada orang-orang dalam suatu organisasi.
  • Team orientation atau orientasi pada tim. Yaitu tindakan memprioritaskan aktivitas kerja dalam sebuah organisasi berdasarkan tim dan bukan pada individu.
  • Aggresivitas yaitu situasi dimana orang-orang cenderung lebih kompetitif serta agresif dibanding easygoing.
  • Stability merupakan situasi dimana aktivitas organisasi lebih menekankan pada menjaga status quo sebagai lawan dari perkembangan.

Contoh Budaya Organisasi

Agar lebih jauh mengenal tentang budaya organisasi, berikut adalah beberapa contoh budaya organisasi:

1. Budaya administrasi

Budaya administrasi merupakan budaya yang sangat dibutuhkan dalam sebuah organisasi. Misalnya surat-menyurat, data keluar masuk barang, terkait pendapatan pegawai, dan lain sebagainya.

2. Budaya kedisiplinan

Kedisiplinan juga menjadi budaya yang sangat penting dalam suatu organisasi. Misalnya pada pada perusahaan konveksi baju, budaya disiplin dan tepat waktu dalam menyelesaikan orderan, pegawai tidak terlambat datang ke kantor, dan lain sebagainya.

3. Budaya inovasi

Inovasi merupakan organisasi yang mendorong para anggota organisasi untuk mencipakan atau mengembangkan ide-ide yang kreatif dan inovatif demi kemajuan sebuah organisasi.

Pembagian Wewenang yang Jelas

Kemampuan organisasi dalam membagi wewenang merupakan budaya organisasi yang menjadi salah satu kunci keberhasilan sebuah organisasi atau perusahaan. Sebab tanpa adanya wewenang yang jelas maka kinerja para anggota dalam sebuah organisasi tidak akan optimal.

Nah itu dia beberapa contoh tentang budaya organisasi. Budaya organisasi menjadi hal yang penting untuk kemajuan organisasi. Untuk memajukan organisasi, tentu harus adanya kualitas dari budaya organisasi. Nah berikut adalah beberapa upaya untuk meningkatkan kualitas budaya organisasi:

  • Inovasi dan keberanian mengambil risiko. Hal ini bisa dilihat dari sejauh mana karyawan di dorong untuk bersikap inovatif serta sikap berani mengambil risiko.
  • Perhatian pada hal-hal detail. Hal ini bisa dilihat dari sejauh mana karyawan diharapkan menjalankan presisi, analisis, dan juga perhatian pada hal-hal yang detail.
  • Orientasi hasil. Hal ini bisa dilihat dari sejauh mana manajemen berfokus lebih pada hasil daripada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai suatu hasil tersebut.
  • Orientasi orang. Hal ini bisa dilihat dari sejauh mana keputusan-keputusan manajemen dalam mempertimbangkan efek dari hasil tersebut atas orang yang ada dalam sebuah organisasi.
  • Orientasi tim. Hal ini bisa dilihat dari sejauh mana kegiatan-kegiatan kerja dalam sebuah organiasi pada tim daripada individu-individu.
  • Sejauh mana orang bersikap agresif dan juga kompetitif ketimbang santai-santai saja.
  • Stabilitas. Bisa dilihat dari sejauh mana kegiatan-kegiatan organisasi menekankan dipertahankannya status quo dalam perbandingannya dengan adanya pertumbuhan.

Selain itu, budaya organisasi juga memiliki ciri-ciri mulai dari keyakinan, dukungan dari kewirausahaan, pengendalian, komitmen pada karyawan, kesadaran, dukungan manajemen terhadap karyawan, pandangan menghargai, komitmen pada manajemen, dan masih banyak lainnya.