5 Cara Mengatasi Anak Hiperaktif Umur 3 Tahun, Anda Wajib Tahu

0 Comments

Melihat si kecil tumbuh sehat dan ceria memang menyenangkan, namun akan berbeda cerita ketika dirinya menjadi pribadi yang sangat aktif dan seakan tidak pernah kenal lelah yang biasa disebut hiperaktif. Kondisi ini tidak selalu menguntungkan, karena pada suatu kali di kecil akan kehilangan konsentrasinya. Berikut cara mengatasi anak hiperaktif umur 3 tahun agar tenaga dan imajinasinya tersalurkan dengan baik.

Berbagai Cara Atasi Anak Hiperaktif Memasuki Usia 3 Tahun

  1. Menenangkan Si Kecil Ketika Panik Maupun Marah

Sulit mengendalikan perasaan merupakan salah satu gejala yang menandakan bahwa si kecil masuk dalam kategori anak hiperaktif. Karena ketidakmampuan mengendalikan perasaan inilah yang membuatnya menjadi lebih mudah marah, sedih, panik, bahkan rasa khawatir berlebih. Ketika kondisi ini terjadi sebaiknya jangan ikut tersulut emosi, namun Anda cukup menenangkannya dengan cara memeluknya ketika marah ataupun mengajaknya duduk untuk menenangkan diri.

  1. Ajak Si Kecil Beraktifitas Di Luar Rumah

Dibandingkan menyuruh si kecil diam dan tenang seperti anak pada umumnya, akan lebih baik jika mendorongnya untuk beraktifitas di luar rumah sebagai bentuk menyalurkan tenaga menjadi hal yang lebih bermanfaat. Berbagai hal bisa dilakukan selama berada di luar rumah seperti berlari, berjalan santai, memainkan permainan tradisional, dan masih banyak lain. Diharapkan dengan cara ini membuatnya tetap senang tanpa perlu menjadi pemarah.

  1. Mengajaknya Berenang

Berenang terpilih menjadi salah satu jenis olahraga terbaik yang ampuh sebagai cara mengatasi anak hiperaktif umur 3 tahun, mengingat setiap gerakan dalam berenang membutuhkan tenaga besar. Berenang tidak hanya media menyalurkan tenaga berlebih, namun juga bisa menjaga tubuh tetap bugar sekaligus membuat pikiran lebih tenang. Bahkan beberapa pakar telah menyatakan apabila air dipercaya ampuh membuat si kecil menjadi lebih tenang.

  1. Ajak Anak Menikmati Alam

Si kecil terlihat sangat aktif hingga membuatnya sulit berkonsentrasi ? Jangan panik dahulu, karena Anda bisa mengajaknya belajar menari sebagai media meyalurkan tenaga berlebih dengan cara positif. Menari mampu meningkatkan kosentrasinya untuk melakukan berbagai gerakan secara berurutan. Untuk anak usia 3 tahun, menari mampu mengasah ingatannya sekaligus mengenali bakat alaminya sejak dini.

  1. Mengenalkan Musik Sejak Dini

Termasuk anak hiperaktif tapi enggan bermain ke luar rumah ? Sepertinya mengenalkan musik sejak dini bisa menjadi alternatifnya. Pasalnya musik mampu mengirimkan ransangan serta latihan agar mereka tetap tenang dan bersantai, sekaligus melatih otaknya agar lebih cerdas. Berbagai jenis alat musik bisa dipilih sesuai keinginan seperti biola, gitar, maupun piano dan hindari berikan musik terlalu keras agar otaknya menjadi lebih aktif di luar batas.

Gejala hiperaktif seperti lebih mudah gelisah, tidak bisa diam sebentar layaknya anak normal lainnya, ataupun memiliki imajinasi tinggi sebenarnya mulai tampak semenjak si kecil masih bayi. Walaupun kondisi ini menandakan bahwa pertumbuhannya tampak baik, di sisi lainnya justru sangat berbahaya bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi, ketahui cara cerdas menangani anak hiperaktif tanpa perlu memarahinya.