3 dampak kebakaran hutan paling fatal

0 Comments

Hutan memberikan banyak sekali manfaat bagi manusia. Hutan menyediakan oksigen, menjadi wilayah resapan air sehingga tak menimbulkan banjir, menahan tanah supaya tidak terjadi tanah longsor, mencegah polusi, dan masih banyak lagi. Namun begitu, masih jarang manusia yang memperhatikan pentingnya merawat hutan.

Salah satu bencana yang dapat merusak hutan ialah kebakaran. Secara umum, pemicunya ada dua hal, yaitu faktor alam dan tangan manusia yang kurang bertanggung jawab. Namun kedua sebab tersebut, sama-sama memberikan dampak kebakaran hutan yang tidak sedikit, paling fatal ialah:

Merusak sistem pernapasan manusia

Ada istilah mengatakan ‘hutan adalah paru-paru dunia’. Hal itu benar adanya. Organ paru-paru amat penting kedudukannya sebagaimana pentingnya paru-paru bagi pernapasan manusia. Jika paru-paru mengalami gangguan berat, misalkan seperti asap tebal, maka akibatnya dapat menimbulkan kematian sebab sesak nafas, kerusakan sistem pernapasan karena kotoran, polusi dan lain sebagainya.

Demikian juga dampak kebakaran hutan. Ketika lahan sedemikian luas terbakar dengan keseluruhan isinya yang juga mudah terbakar, bukan tidak mungkin asapnya dapat memenuhi langit suatu kota. Kondisi ini tentu akan sangat membahayakan masyarakat luas yang terdampak asap tersebut.

Merusak sistem tubuh

Infeksi yang disebabkan oleh dampak kebakaran hutan memang fatal. Selain merusak sistem pernafasan secara langsung, asap kotor tersebut dapat mengkontaminasi air maupun makanan yang terkena kotoran asap. Dengan demikian, makanan serta air tersebut tidak sehat lagi dikonsumsi. Apabila masuk ke dalam tubuh, dapat menyebabkan gangguan pada saluran cerna, aliran darah, dan berbagai elemen tubuh yang amat saling berhubungan.

Dengan berbagai gangguan tersebut, otomatis imunitas tubuh juga sangat rentan menurun sehingga dengan mudah bisa memicu reaksi penyakit lainnya atau lebih parah.

Kerusakan ekosistem luar biasa

dampak kebakaran hutan terakhir yaitu kerusakan ekosistem alam. Kebakaran hutan bukan hanya menghabiskan pepohonan dengan kayu berharga ekonomis tinggi, melainkan juga ekosistem hewan serta rantai makanan yang ada di dalamnya. Dengan usaha sinergis antara masyarakat dengan pemerintah dalam merawat hutan, dampak-dampak kebakaran hutan ini dapat lebih mudah dicegah.